Vaksin Dengue


Vaksin Dengue pertama di dunia telah mendapat izin edar pada tanggal 9 Desember 2015. Vaksin ini bermerek DENGVAXIA, dengan Meksiko adalah negara pertama yang menggunakannya. Vaksin Dengue ini diproduksi oleh Sanofi (Perancis) setelah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun.  Penemuan vaksin Dengue dianggap sebagai salah satu pencapaian historis dalam sejarah vaksinologi dan diyakini akan menurunkan angka kejadian demam Dengue/demam berdarah Dengue.

Vaksin Dengue efektif untuk keempat serotipe virus Dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4) dan dapat diberikan pada orang berusia 9-45 tahun.  Sebelum mendapat izin edar, vaksin Dengue telah menjalani proses uji klinis yang melibatkan lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia, dari berbagai kelompok umur, latar belakang epidemiologis, etnis, kondisi geografis, dan status sosioekonomi.

Dampak infeksi Dengue di negara-negara endemis cukup signifikan.  Sebanyak 400 juta orang terinfeksi Dengue setiap tahunnya. Terdapat 128 negara yang dinyatakan endemis Dengue, termasuk Indonesia. WHO sendiri menargetkan pada tahun 2020, angka kematian akibat infeksi Dengue berkurang 50% dan angka kecacatan berkurang 25%. Dari uji klinis vaksin Dengue diketahui bahwa bila vaksinasi Dengue dilakukan pada 20% populasi di 10 negara endemis  yang berpartisipasi pada uji klinis fase III, kasus baru Dengue dapat dikurangi hingga 50%.

Kasus demam Dengue dan demam berdarah Dengue adalah sesuatu  yang kita saksikan sehari-hari di Indonesia. Tak terhitung berapa banyak anak dan orang dewasa yang harus menjalani perawatan di RS karena infeksi Dengue. Banyak pula pasien yang sampai meninggal, umumnya karena orang tua tidak mengenali gejala demam Dengue/demam berdarah Dengue, sehingga anak terlambat mendapat pertolongan medis. Tidak ada pengobatan spesifik bagi demam Dengue/demam berdarah Dengue. Terapinya bersifat suportif, khususnya dalam hal pemberian cairan yang agresif.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam uji klinis vaksin Dengue. Saat ini, vaksin ini sedang menjalani proses registrasi di Badan POM untuk mendapatkan izin edar. Bila tak ada aral melintang, vaksin ini akan tersedia pada tahun 2016. Mengenai harga, belum ada rilis resmi dari produsen, namun diperkirakan harganya masih relatif mahal, namun menjadi sangat murah bila dibandingkan dengan jumlah biaya yang harus dikeluarkan bila kita/anak-anak kita mengalami demam berdarah.

Comments

Popular posts from this blog

Kriteria KLB Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010

Komponen dan Kegiatan Pokok Surveilans Epidemiologi

Tujuan Surveilans Epidemiologi