Sunday, November 13, 2011

Mengenal Surveilans Sindromik

Sudah pernah dengar atau tahu tentang surveilans sindromik? Sudahkah anda mengenal Surveilans Sindromik?

Surveilans sindromik bukan merupakan surveilans penyakit menular berdasarkan diagnosa dokter, melainkan memonitor gejala penyakit (demam, diare, muntah, dsb.). Surveilans sindromik mendeteksi dini kondisi pada penderita gejala penyakit. Surveilans sindromik berguna untuk pengobatan sehari-hari dan terutama penting bagi penyakit menular yang belum dikenal atau langka.

Apa itu Surveilans Sindromik?
Surveilans sindromik Merupakan awal dari “Penanganan dini”, dengan kata lain Surveilans sindromik adalah awal dari Sistem Deteksi Dini Penyakit Menular.
Dalam sistem surveilans perlu dikembangkan “Analisis statistik sistem deteksi wabah penyakit menular” dan perangkat untuk “Sistem pengumpulan informasi”.

Deteksi dini penyakit perlu
  • Untuk menghambat meluasnya gangguan kesehatan
  • Menghambat kasus penyakit yang parah dan kasus kematian.
  • Mencegah lumpuhnya institusi medis (sumber daya medis) dengan menghambat terjadinya puncak wabah.
Urgensi deteksi dini penyakit menular dan krisis kesehatan adalah sebagai Manajemen krisis

Mengapa “Deteksi Dini” Itu Penting?
  • Dengan mencatat dan mendata secara rapi, kemunculan penyakit menular dapat ditemukan sejak awal.
  • Jika deteksi dini dapat dilakukan, koordinasi dengan ahli pun dapat dilakukan dengan cepat.
  • Dengan penanganan secara dini, gangguan akibat meluasnya wabah antara lain berupa penularan massal serta penularan sekunder dapat dikendalikan sebelum meluas.

Surveilans penyakit menular adalah Pengamatan dan analisis tren kemunculan penyakit menular dengan cara:
  • Memahami kondisi munculnya penyakit berdasarkan diagnosa.
  • Peraturan perundang-undangan terkait pencegahan penyakit menular dan pengobatan terhadap pasien penyakit menular.
  • Jenis laporan : W1 (KLB/Wabah), W2 dan EWARS (Mingguan), STP (Bulanan)
Pemeriksaan tren kemunculan penyakit berguna untuk mengetahui kecenderungan dan membandingkan dengan data terdahulu. Akan tetapi, karena butuh waktu hingga tiba pada waktu publikasi, sehingga “deteksi dini” sulit dilakukan. Dalam hal penyakit menular tersebut baru ataupun langka, karena tidak terdiagnosa atau perlu waktu hingga sampai pada diagnosa, maka dalam kurun waktu tersebut ada kemungkinan penyakit akan menyebar. Disinilah fungsi dari surveilans sindromik.
Jenis Surveilans Sindromik :
  • Institusi medis 
  • Rawat jalan (Jumlah orang yang mengalami gejala) dan Rawat inap (Jumlah orang yang mengalami gejala)
  • Apotik (resep)
  • Pengangkutan ambulans (Berapa kali pengangkutan)
  • Sekolah (siswa yang tidak hadir) TK, SD, SMP, SMA
  • Play group (anak yang tidak hadir dan anak yang terjangkit)
  • Panti jompo (lansia yang terjangkit)
  • Pemeriksaan Laboratorium (pesanan)

    Contoh Penerapan Surveilans Sindromik (penerapan di Jepang)
     
    Institusi medis (Rekam Medis Elektronik)
    Mengekstraksi otomatis isi catatan yang berhubungan dengan gejala penyakit berdasarkan “keluhan utama dan temuan” pada rekam medis elektronik serta mengakumulasi jumlah kasus.
    Permasalahannya, tingkat penyebaran rekam medis elektronik masih rendah dan perlu biaya pengembangan karena bentuk rekam medis yang bermacam-macam.

    Surveilans Apotik
    Memantau jumlah resep obat dengan dari status peresepan setiap hari dengan mengesampingkan informasi personal
    Contoh: “Penanganan influenza” memantau jumlah resep obat anti virus influenza, ”Penanganan bioterorisme menggunakan virus cacar alami” memantau jumlah resep obat berbahan asiklovir (ACV).

    Sistem Pengumpulan Informasi Siswa yang Tidak Hadir
    Dengan cara menginput jumlah siswa yang tidak hadir di setiap kelas untuk setiap angkatan (tanpa informasi personal)
    Manfaat :
    • Mengetahui kondisi sekitar sekolah melalui tampilan spreadsheet analisa, grafik, dan peta setiap sekolah.
    • Penyebaran informasi dapat¨mencegah meluasnya penyakit menular dengan mendiskusikan penanganan dini serta langkah-langkah pencegahan dengan segera.
    • Menghemat tenaga kerja (Laporan mengenai penutupan sementara/ Pengistirahatan sekolah dapat dilakukan secara online dan dapat diagregat secara otomatis)
    • Tidak memerlukan biaya. Tidak perlu instal perangkat lunak.

    Sistem Pengumpulan Informasi Jumlah Siswa Play Group yang Tidak Hadir yang Terjangkit Gejala

    Surveilans Pengangkutan Ambulans
    Memantau jumlah pengangkutan per gejala penyakit dari data pengangkutan ambulans yang diinput oleh petugas ambulans dengan mengesampingkan informasi personal

    Contoh Aplikasi Surveilans Sindromik
    Deteksi dini penyakit menular yang belum dikenal (penanganan bioterorisme, penanganan influenza tipe baru)
    • Surveilans peningkatan even internasional dan politik
    • Observasi gangguan kesehatan penduduk akibat bencana alam
    • Memanfaatkan otonomi pemerintah daerah

    No comments:

    Post a Comment