Posts

Mengenal Penyakit Zika

Image
Wabah penyakit ZIKA dikaitkan dengan cacat bawaan pada bayi baru lahir telah menimbulkan kekhawatiran di Brasil dan komunitas internasional. Brasil merupakan wilayah terbesar penyebaran virus yang menimbulkan kecacatan pada bayi yang baru lahir, yang ibunya terkena gigitan oleh nyamuk tersebut ketika masa kehamilan. Badan kesehatan AS, Kanada dan Uni Eropa telah mengeluarkan peringatan kepada perempuan hamil untuk menghindari perjalanan ke Brasil dan negara lain di Amerika yang ditemukan kasus penyebaran virus Zika.

Virus Zika (ZIKV) adalah anggota dari virus famili Flaviviridae dan genus Flavivirus yang, ditularkan oleh nyamuk Aedes. Pada manusia, Zika menyebabkan sakit ringan yang dikenal sebagai demam Zika, Zika, atau penyakit Zika. Sejak tahun 1950 penyakit Zika diketahui terjadi sepanjang garis khatulistiwa dari Afrika ke Asia. Pada tahun 2014, virus menyebar ke arah timur melintasi Samudera Pasifik ke Polinesia Prancis, kemudian ke Pulau Paskah dan pada tahun 2015 ke Amerika T…

Vaksin Dengue

Vaksin Dengue pertama di dunia telah mendapat izin edar pada tanggal 9 Desember 2015. Vaksin ini bermerek DENGVAXIA, dengan Meksiko adalah negara pertama yang menggunakannya. Vaksin Dengue ini diproduksi oleh Sanofi (Perancis) setelah dikembangkan selama lebih dari 20 tahun.  Penemuan vaksin Dengue dianggap sebagai salah satu pencapaian historis dalam sejarah vaksinologi dan diyakini akan menurunkan angka kejadian demam Dengue/demam berdarah Dengue.Vaksin Dengue efektif untuk keempat serotipe virus Dengue (DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4) dan dapat diberikan pada orang berusia 9-45 tahun.  Sebelum mendapat izin edar, vaksin Dengue telah menjalani proses uji klinis yang melibatkan lebih dari 40.000 orang di seluruh dunia, dari berbagai kelompok umur, latar belakang epidemiologis, etnis, kondisi geografis, dan status sosioekonomi.Dampak infeksi Dengue di negara-negara endemis cukup signifikan.  Sebanyak 400 juta orang terinfeksi Dengue setiap tahunnya. Terdapat 128 negara yang dinyatakan en…

Kewaspadaan Terhadap Penyakit Perjalanan/ Traveller

Penyakit menular dapat timbul oleh karena adanya penularan dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui berbagai macam cara. Salah satu cara penularannya adalah terbawanya penyakit dari suatu daerah kedaerah lainnya melalui orang yang bepergian (Traveller). Penyakit traveler atau penyakit akibat perjalanan seperti penyakit Thypoid, Penyakit Malaria, penyakit MersCov, penyakit Ebola dan lain-lain adalah penyakit yang perlu diwaspadai, ini disebabkan tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit tersebut.

Dua penyakit yang menjadi perhatian dunia terutama WHO adalah penyakit MersCov dan penyakit Ebola. Kemungkinan untuk penyakit ini masuk dan berkembangbiak kewilayah Negara Indonesia  sangatlah besar, kondisi ini diakibatkan oleh banyaknya penduduk yang bepergian baik nasional maupun internasional. Minat penduduk melakukan perjalanan Haji dan Umroh sangat besar, hal ini membawa dampak mudahnya penyakit-penyakit masuk dan berkembang.

Pelayanan dan administrasi…

Rencana Kontinjensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan daerah lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa resiko terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat berbeda-beda pula. Kedaruratan kesehatan masyarakat tentunya memerlukan upaya khusus untuk penanggulangannya. Salah satu kendala yang sering dijumpai dalam upaya penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat adalah kurangnya kesiapan sumber daya manusia dan komitmen kerjasama lintas program dan sektor terkait. Agar penyelenggaraan penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat di suatu wilayah dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan, maka disusunlah rencana kontinjensi yang mengatur penyelenggaraan kegiatan dimaksud yang meliputi perencanaan, persiapan dan ketentuan pelaksanaan serta evaluasi. Adapun susunan rencana kontinjensi secara umum adalah sebagai berikut. 

MERS, Sindrom Pernafasan Timur Tengah

Image
Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah mengkonfirmasi jumlah kasus infeksi MERS sebanyak 411 dan 112 kematian (per Sabtu, 3 Mei 2014). Sejauh ini belum ditemukan vaksin antiMERS. 
Middle East Respiratory Syndrome (MERS) = Sindrom Pernafasan (dari negara) Timur Tengah disebabkan virus korona yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Penamaan MERS-CoV diputuskan oleh Kelompok Studi Virus Korona (CSG) dari Komite Internasional Taksonomi Virus (ICTV) pada Mei 2013. Laporan awal seperti gejala pada virus sindrom pernapasan akut parah (SARS), dan dinamakan sebagai virus SARS Arab Saudi. Gejala infeksi MERS-CoV termasuk gagal ginjal dan radang paru-paru akut, yang sering menyebabkan hasil yang fatal.

Kasus pertama dilaporkan terjadi di Arab Saudi pada bulan Juni 2012, memiliki sejarah 7 hari demam, batuk, dahak, dan sesak napas. MERS memiliki masa inkubasi sekitar 12 hari. MERS kadang-kadang dapat menyebabkan pneumonia, radang paru-paru baik secara langsung at…

Indikator Spesifik Kesehatan Masyarakat

Image
Defenisi Indikator Terdapat beberapa literatur tentang definisi indikator, antara lain: WHO, 1981: Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung Wilson & Spanauchart, 1993: Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi Green, 1992: Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasikan atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan Pada kesimpulannya, suatu INDIKATOR haruslah SMART (Simple, Measurable, Attributable, Reliable, Timely) dengan konsep bagan sebagai berikut:


Jenis Indikator Ada tiga jenis indikator, yaitu:  Indikator berbentuk ABSOLUT adalah indikator yang hanya berbentuk pembilang saja, yaitu suatu hal atau kejadian. Contoh: Kasus meningitis di Puskesmas Indikator berbentuk PROPORSI adalah indikator yang nilai resultantenya dinyatakan dengan persen karena pembilangnya bag…

GHPR dan Rabies

Image
Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) dan Rabies masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Betapa tidak, penanganan GHPR memerlukan biaya yang tidak sedikit, CFR rabies pun mencapai 100%.
Penyakit rabies merupakan penyakit menular akut dari susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Ditularkan oleh hewan penular rabies terutama anjing, kucing dan kera melalui gigitan, aerogen, transplantasi atau kontak dengan bahan yang mengandung virus rabies pada kulit yang lecet atau mukosa. Penyakit ini apabila sudah menunjukkan gejala klinis pada hewan dan manusia selalu diakhiri dengan kematian, angka kematian Case Fatality Rate (CFR) mencapai 100% dengan menyerang pada semua umur dan jenis kelamin. Kekebalan alamiah pada manusia sampai saat ini belum diketahui.
Adapun landasan hukum yang dipergunakan di Indonesia diantaranya UU No.4 Th.1984 tentang wabah penyakit menular. Keputusan bersama Dirjen P2 dan PL, Dirjen Peternakan dan Dirjen PUOD No. KS.00-1.1554, No.99/T…