Indikator Spesifik Kesehatan Masyarakat




Defenisi Indikator
Terdapat beberapa literatur tentang definisi indikator, antara lain:
  • WHO, 1981: Indikator adalah variabel yang membantu kita dalam mengukur perubahan-perubahan yang terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung 
  • Wilson & Spanauchart, 1993: Indikator adalah suatu ukuran tidak langsung dari suatu kejadian atau kondisi 
  • Green, 1992: Indikator adalah variabel-variabel yang mengindikasikan atau memberi petunjuk kepada kita tentang suatu keadaan tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengukur perubahan
Pada kesimpulannya, suatu INDIKATOR haruslah SMART (Simple, Measurable, Attributable, Reliable, Timely) dengan konsep bagan sebagai berikut:



Jenis Indikator
Ada tiga jenis indikator, yaitu: 
  1. Indikator berbentuk ABSOLUT adalah indikator yang hanya berbentuk pembilang saja, yaitu suatu hal atau kejadian. Contoh: Kasus meningitis di Puskesmas 
  2. Indikator berbentuk PROPORSI adalah indikator yang nilai resultantenya dinyatakan dengan persen karena pembilangnya bagian dari penyebut. Misalnya : Proposi Puskesmas yang memiliki dokter di seluruh puskesmas 
  3. Indikator berbentuk ANGKA ATAU RASIO. Indikator berbentuk angka adalah Indikator berbentuk angka yang menunjukan frekuensi dari suatu kejadian selama periode tertentu. Biasanya dinyatakan dalam per 1000 atau per 100.000. Contohnya: Kasus Malaria di kalangan anak balita. Indikator berbentuk Rasio adalah indikator yang pembilangnya bukan merupakan bagian dari penyebut. Contohnya : Rasio bidan terhadap penduduk di suatu kabupaten

Indikator Penyebab Spesifik 
Ukuran ini menyatakan pentingnya penyebab spesifik kematian atau kelahiran yang berhubungan dengan suatu kelompok populasi.  
Contoh: 
Angka yang penyebutnya adalah populasi total 
  • Angka kelahiran kasar 
  • Angka kematian kasar 
  • Angka kematian spesifik usia 
  • Angka kematian spesifik-sebab 
Angka dan rasio yang penyebutnya adalah kelahirn hidup 
  • Angka kematian bayi 
  • Angka kematian neonatal 
  • Rasio kematian janin 
  • Angka kematian ibu

Mortalitas Bayi dan Neonatal 
Kematian pada usia awal (keguguran atau mati seketika setelah lahir) yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Angka mortalitas bayi biasanya telah dipertimbangkan secara signifikan dalam kesehatan masyarakat. Angka yang tinggi telah dimasukkan untuk mengindikasikan kebutuhan kesehatan yang tidak dijumpai dan faktor lingkungan yang tidak baik, kondisi ekonomi, nutrisi, pendidikan, sanitasi, dan pelayanan kesehatan.

Mortalitas Janin dan Perinatal 
Kematian dalam kandungan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendasar. Pada kematian intrauterin, istilah kematian janin digunakan menggantikan istilah lama ”aborsi” dan ”keguguran”. Kematian Janin adalah kematian sebelum ekspulsi atau ekstraksi sempurna dari ibunya sebagai hasil dari konsepsi, Terlepas dari durasi kehamilan, kematian ditandai dengan fakta bahwa setelah pemisahan seperti ini bayi tidak bernapas atau menunjukkan tanda-tanda kehamilan, seperti detak jantung, pulsasi tali pusar, atau pergerakan otot fakultatif.

Mortalitas Ibu
Angka mortalitas ibu adalah suatu ukuran yang mencerminkan tidak hanya ketercukupan perawatan kandungan tapi juga tingkat umum perkembangan sosial dan ekonomi. 
Usaha-usaha untuk mengurangi mortalitas ibu, seperti: 
  • Metode kontrasepsi. Ketersediaan dan penggunaan kontrasepsi efektif yang lebih luas seharusnya menurunkan mortalitas ibu karena kemungkinannya meningkatkan proporsi kelahiran yang terjadi pada ibu pada dekade ketiga kehidupan yang relatif lebih baik dan akan mengurangi paritas besar. 
  • Kesempatan pendidikan dan posisi sosial yang lebih baik.

Angka Harapan Hidup 
Harapan hidup adalah jumlah tahun rata-rata seseorang diharapkan hidup, merupakan ukuran ringkas yang sangat penting untuk membandingkan angka kematian di dalam dan antar negara dan sepanjang waktu. Angka Harapan hidup dihitung dari tabel yang dikenal sebagai Demografic Life Table. Tabel ini dibuat dari angka kematian spesifik-umur jika angka ini tetap tidak berubah untuk masa waktu kohor, sekitar 85 tahun atau lebih. 

Sumber:
Bahan Kuliah "Epidemiologi Lanjut" oleh  Ida Leida M. Thaha. Pascasarjana Unhas 2014 

Comments

Popular posts from this blog

Kriteria KLB Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010

Komponen dan Kegiatan Pokok Surveilans Epidemiologi

Tujuan Surveilans Epidemiologi