Sunday, July 24, 2011

Defenisi dan Respon KLB Difteri

Defenisi dan Respon KLB Difteri---


Difteri

Difteri mempunyai gejala demam disertai adanya selaput tipis (pseudomembran) putih keabu-abuan pada tenggorokan (laring, faring, tonsil) yang tak mudah lepas, tetapi mudah berdarah. Pada pemeriksaan usap tenggorok atau hidung terdapat kuman difteri. [1]

Sistem Kewaspadaan Dini KLB

Tersangka Difteri adalah panas >38°C, sakit menelan, sesak napas disertai bunyi (stridor) dan ada tanda selaput putih keabu-abuan (pseudomembran) di tenggorokan dan pembesaran kelenjar leher. Apabila ditemukan penderita dengan gejala ini, catat dan kirim ke Dinkes Kab./Kota.

Lakukan rujukan pemeriksaan usap nasofarings. Jika hasil positif, lakukan Respon KLB

Respons Tatalaksanan Kasus:
  • Pengobatan kasus
  • Memutus rantai penularan

Respons Pelaporan:
  • W1
  • Hasil pemeriksaan penunjang/lab

Respons Kesehatan Masyarakat:
  • Penyelidikan epidemiologi
  • Penatalaksanaan Kontak untuk Pengambilan usap nasofarings dan profilaksis
  • KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) ke masyarakat
  • Upaya peningkatan cakupan imunisasi (<7 tahun DT dan >7 tahun dT) melalui sweeping
  • Meningkatkan imunisasi DPT rutin.

[2]

Referensi :
[1] Permenkes No. 1501 Tahun 2010
[2] Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons Serta Format Penyelidikan Epidemiologi

No comments:

Post a Comment