Definisi dan Respon KLB Rabies

Definisi dan Respon KLB Rabies---


Rabies

Rabies mempunyai gejala patognomik takut air (hydrophobia), takut sinar matahari (photophobia), takut suara, dan takut udara (aerophobia). Gejala tersebut disertai dengan air mata berlebihan (hiperlakrimasi), air liur berlebihan (hipersalivasi), timbul kejang bila ada rangsangan, kemudian lumpuh dan terdapat tanda bekas gigitan hewan penular Rabies. [1]

Sistem Kewaspadaan Dini KLB

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies adalah kasus gigitan hewan yang dapat menularkan rabies pada manusia (Anjing, Kucing, Tupai, Monyet, Kelelawar) atau Kasus dengan gejala Studium Prodromal (demam, mual, malaise/lemas), atau kasus dengan gejala Studium Sensoris (rasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka, cemas dan reaksi berlebihan terhadap ransangan sensorik).

Jika ada Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies, lakukan Respon

Respons Tatalaksanan Kasus:
  • Lakukan pencucian dgn menggunakan sabun dgn air mengalir selama 10-15 menit
  • Lakukan vaksinasi anti rabies segera setelah gigitan atau pemberian serum anti rabies tergantung lokasi dan tingkat resiko tinggi
  • Obsevasi hewannya 10-14 hari untuk memastikan hewan rabies atau tidak. Jika hewannya mati maka kuat diduga hewan rabies

Respons Pelaporan:
  • W1
  • Hasil pemeriksaan penunjang/lab

Respons Kesehatan Masyarakat:
  • Penyelidikan Epidemiologi
  • Koordinasi dengan Dinas Peternakan
  • KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi)
  • Penyuluhan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan.
  • Memberikan vaksinasi pada hewan peliharaan.
  • Mengkandangkan hewan peliharaan
[2]

Referensi :
[1] Permenkes No. 1501 Tahun 2010
[2] Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons Serta Format Penyelidikan Epidemiologi

Comments

Popular posts from this blog

Kriteria KLB Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010

Komponen dan Kegiatan Pokok Surveilans Epidemiologi

Tujuan Surveilans Epidemiologi