Definisi dan Respon KLB Kolera

Definisi, SKD-KLB, dan Respon Kolera---



Kolera
Kolera merupakan kejadian diare yang ditandai dengan buang air besar yang mengucur seperti cairan beras dan berbau khas sehingga dalam waktu singkat tubuh kehilangan cairan (dehidrasi). Pada pemeriksaan spesimen tinja ditemukan kuman kolera (Vibrio cholerae) dan atau dalam darah ditemukan zat antinya. [1]

Tersangka Kolera adalah Diare dengan konsistensi seperti air cucian beras dan berbau amis. Apabila ditemukan Tersangka Kolera, catat dan kirim ke dinkes kabupaten/kota.

Kemungkinan Etiologi: Vibrio Kolera.
Jika ada tanda peringatan KLB, ambil specimen dengan media Carry-Blair. Jika hasil positif, Lakukan respons KLB.

Respons Tatalaksanan Kasus:
  • Lakukan pengobatan terhadap pasien berupa tatalaksana pencegahan dehidrasi dan pemberian antibiotika secara selektif sesuai dengan etiologi.
  • Rujuk pasien ke RS apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, isolasi pasien di RS
  • Spesimen: Pengambilan sample & kirim ke lab Provinsi
Respons Pelaporan:
  • Register
  • Kirim laporan W1 ke Dinkes Kab/Kota.
  • Laporan langsung ke DinKes Kab/Kota dan koordinasi dengan Dinkes Propinsi.

Respons Kesehatan Masyarakat:
  • Lakukan Penyelidikan Epidemiologi.
  • Surveilans Intensif
  • Menjamin tersedianya sumber air bersih
  • Penyuluhan masyarakat tentang PHBS meliputi: Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan; Membersihkan bahan makanan sebelum dimasak; Memasak makanan dan minuman sampai matang
  • Memberikan desinfektan (Kaporisasi) pada sumber air diduga tercemar
  • Hanya makan makanan yang segar
[2]

Referensi :
[1] Permenkes No. 1501 Tahun 2010
[2] Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons Serta Format Penyelidikan Epidemiologi

Comments

Popular posts from this blog

Kriteria KLB Menurut Permenkes 1501 Tahun 2010

Komponen dan Kegiatan Pokok Surveilans Epidemiologi

Tujuan Surveilans Epidemiologi