Tuesday, August 9, 2011

Penyelidikan epidemiologi dan surveilans dalam rangka penanggulangan KLB/Wabah

Penyelidikan epidemiologi dan surveilans dalam rangka penanggulangan KLB/Wabah---


Penyelidikan epidemiologi dilaksanakan sesuai dengan perkembangan penyakit dan kebutuhan upaya penanggulangan wabah. Tujuan penyelidikan epidemiologi adalah :
  1. Mengetahui gambaran epidemiologi wabah
  2. Mengetahui kelompok masyarakat yang yang terancam penyakit wabah
  3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit wabah termasuk sumber dan cara penularan penyakitnya
  4. Menentukan cara penanggulangan wabah

Penyelidikan epidemiologi dilaksanakan sesuai dengan tatacara penyelidikan epidemiologi untuk mendukung upaya penanggulangan wabah, termasuk tata cara bagi petugas penyelidikan epidemiologi agar terhindar dari penularan penyakit wabah.

Surveilans di daerah wabah dan daerah-daerah yang berisiko terjadi wabah dilaksanakan lebih intensif untuk mengetahui perkembangan penyakit menurut waktu dan tempat dan dimanfaatkan untuk mendukung upaya penanggulangan yang sedang dilaksanakan, meliputi kegiatan-kegiatan :
  1. Menghimpun data kasus baru pada kunjungan berobat di pos-pos kesehatan dan unit-unitr kesehatan lainnya, membuat tabel, grafik, dan pemetaan dan melakukan analisis kecenderungan wabah dari waktu ke waktu dan analisis data menurut tempat RT, RW, desa dan kelompok-kelompok masyarakat tertentu lainnya.
  2. Mengadakan pertemuan berkala petugas lapangan dengan kepala desa, kader dan masyarakat untuk membahas perkembangan penyakit dan hasil upaya penanggulangan wabah yang telah dilaksanakan.
  3. Memanfaatkan hasil surveilans tersebut dalam upaya penanggulangan wabah.

Hasil penyelidikan epidemiologi dan surveilans secara teratur disampaikan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, kepala dinas kesehatan provinsi dan menteri up. Direktur Jenderal sebagai laporan perkembangan penanggulangan wabah.

Referensi :
Permenkes No. 1501 Tahun 2010

Gambar :
http://foto.vivanews.com/read/372-pemusnahan_wabah_flu_burung

Algoritma Sindrom Jaundice Akut

Algoritma Sindrom Jaundice Akut---


Sindrom Jaundice Akut adalah Penyakit yang timbul secara mendadak (< 14 hari) ditandai dengan kulit dan sclera berwarna kuning dan urine berwarna gelap.

Sindrom Jaundice Akut dapat berupa penyakit :
  • Hepatitis (A, B, C, D, dan E)
  • Leptospirosis
  • Dengue
  • Malaria
Referensi :
Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons Serta Format Penyelidikan Epidemiologi

Gambar : 
http://www.vaccineinformation.org/hepa/photos.asp

Algoritma Diagnosis Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Algoritma Diagnosis Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)---

 

Sindrom Infeksi Saluran Pernafasan dapat berupa penyakit :

1. Pneumonia
Pada usia <5 tahun ditandai dengan batuk dan tanda kesulitan bernapas (adanya nafas cepat, kadang disertai tarikan dinding dada).
  • <2 bulan: 60/menit 
  • 2-12 bulan: 50/menit 
  • 1-5 tahun: 40/menit dan kadang disertai demam. 
  • Pada usia >5thn ditandai dgn demam >38°C, batuk dan kesulitan bernafas, dan nyeri dada saat bernafas
2. Pertusis
Batuk lebih dari 2 minggu disertai dengan batuk yang khas (terus-menerus/ paroxysmal), napas dengan bunyi “whoop” dan kadang muntah setelah batuk.

3. Difteri
Demam >38°C, sakit menelan, sesak napas disertai bunyi (stridor) dan ada tanda selaput putih keabu-abuan (pseudomembran) di tenggorokan dan pembesaran kelenjar leher.

4. Tersangka Flu Burung
Demam >38°C, dan ada riwayat kontak dengan unggas sakit/mati mendadak.


Referensi :
Algoritma Diagnosis Penyakit dan Respons Serta Format Penyelidikan Epidemiologi

Gambar :
http://fuadbahsin.wordpress.com/2008/12/25/infeksi-saluran-pernafasan-akut-ispa/