Tuesday, April 24, 2018

Diagnosis dan Tatalaksana DBD


 

I.              Diagnosis Infeksi Dengue

Kriteria diagnosis infeksi dengue dibagi menjadi kriteria diagnosis klinis dan kriteria diagnosis laboratoris. Kriteria diagnosis klinis penting dalam penapisan kasus, tata laksana kasus, memperkirakan prognosis kasus, dan surveilans. Kriteria diagnosis laboratoris yaitu kriteria diagnosis dengan konfirmasi laboratorium yang penting dalam pelaporan, surveilans, penelitian dan langkah-langkah tindakan preventif dan promotif.


A. Kriteria Diagnosis Klinis
Manifestasi klinis infeksi dengue sangat bervariasi dan sulit dibedakan dari penyakit infeksi lain terutama pada fase awal perjalanan penyakit-nya. Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat terhadap infeksi dengue, tidak jarang pasien demam dibawa berobat pada fase awal penyakit, bahkan pada hari pertama demam. Sisi baik dari kewaspadaan ini adalah pasien demam berdarah dengue dapat diketahui dan memperoleh pengobatan pada fase dini, namun di sisi lain pada fase ini sangat sulit bagi tenaga kesehatan untuk menegakkan diagnosis demam berdarah dengue. Oleh karena itu diperlukan petunjuk kapan suatu infeksi dengue harus dicurigai, petunjuk ini dapat berupa tanda dan gejala klinis serta pemeriksaan laboratorium rutin. Tanpa adanya petunjuk ini di satu sisi akan menyebabkan keterlambatan bahkan kesalahan dalam menegakkan diagnosis dengan segala akibatnya, dan di sisi lain menyebabkan pemeriksaan laboratorium berlebih dan bahkan perawatan yang tidak diperlukan yang akan merugikan baik bagi pasien maupun dalam peningkatan beban kerja rumah sakit.
Berdasar petunjuk klinis tersebut dibuat kriteria diagnosis klinis, yang terdiri atas kriteria diagnosis klinis Demam Dengue (DD), Demam Berdarah Dengue (DBD), Demam Berdarah Dengue dengan syok (Sindrom Syok Dengue/SSD), dan Expanded Dengue Syndrome (unusual manifestation). (UKK Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI, 2014)
1.    Demam Dengue (DD)
Demam tinggi mendadak (biasanya ≥ 39ยบ) ditambah 2 atau lebih gejala/tanda penyerta:
-          Nyeri kepala
-          Nyeri belakang bola mata
-          Nyeri otot & tulang
-          Ruam kulit      
-          Manifestasi perdarahan
-          Leukopenia (Lekosit ≤ 5000 /mm³)
-          Trombositopenia (Trombosit< 150.000 /mm³ )
-          Peningkatanhematokrit 5 – 10 %

2.    Demam Berdarah Dengue (DBD)
1)    Diagnosis DBD dapat ditegakkan bila ditemukan manifestasi berikut:
a.    Demam 2–7 hari yang timbul mendadak, tinggi, terus-menerus
b.    Adanya manifestasi perdarahan baik yang spontan seperti petekie, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi, hematemesis dan atau melena; maupun berupa uji tourniquet positif.
c.    Trombositopnia (Trombosit ≤ 100.000/mm³)
d.    Adanya kebocoran plasma (plasma leakage) akibat dari peningkatan permeabilitas vaskular yang ditandai salah satu atau lebih tanda berikut:
·         Peningkatan hematokrit/hemokonsentrasi ≥ 20% dari nilai baseline atau penurunan sebesar itu pada fase konvalesens
·         Efusi pleura, asites atau hipoproteinemia/ hipoalbuminemia

Situs SKDR yang Bisa Diakses

SKDR (Sistem Kewasapadaan Dini dan Respon) adalah suatu sistem yang dapat memantau perkembangan trend suatu penyakit menular potensial K...