Monday, December 26, 2011

Atribut (sifat) Sistem Surveilans

Atribut (sifat) Sistem Surveilans 
  • Kesederhanaan (simplicity), menyangkut struktur dan kemudahan operasionalnya. 
  • Fleksibel (flexibility), dapat beradaptasi/menyesuaikan diri dengan perubahan informasi yang diperlukan atau perubahan pelaksanaan tanpa harus merubah seluruh alur system yang sudah ada. 
  • Dapat diterima (acceptability), merupakan refleksi dari individu atau perorangan dan organisasi atau unit untuk ikut serta dalam system surveilans. 
  • Sensivitas (Sensivity), sensivitas dapat dilihat terhadap dua tingkatan : 1) Pada tindakan laporan kasus, proporsi dari masalah kesehatan yang dapat diketahui oleh system surveilans dapat diamati dan dinilai dengan ukuran tertentu. 2) Sistem dapat dinilai terhadap kemampuannya untuk mengetahui epidemic dan tingkat kebenarannya dalam menentukan masalah kesehatan terhadap masalah yang sebenarnya ada dalam masyarakat.. 
  • Nilai ramal positif (predictive value positive), adalah proporsi dari penduduk yang dapat diidentifikasi sebagai kasus, yang dapat dinilai oleh system surveilans tersebut yang sesungguhnya mempunyai masalah kesehatan. Dan seberapa nilai kebenaran tersebut dapat dihasilkan oleh system surveilans. 
  • Representative, system dikatakan representative bila secara benar dapat menggambarkan : 1) Kejadian dari masalah kesehatan sepanjang waktu 2) Distribusi masalah tersebut menurut tempat dan orang 
  • Ketepatan waktu (timeliness), dapat dinilai dari waktu yang diperlukan untuk mengikuti alur system tersebut atau ketepatan waktu dalam memberikan informasi yang memerlukan tindakan segera.

Komponen dan Kegiatan Pokok Surveilans Epidemiologi

Komponen Surveilans yaitu : 
  1. Pengumpulan/pencatatan kejadian (data) yang dapat dipercaya. 
  2. Pengelola data untuk dapat memberikan keterangan yang berarti. 
  3. Analisis dan interpretasi data untuk keperluan kegiatan. 
  4. Perencanaan penanggulangan khusus dan program pelaksanaannya. 
  5. Evaluasi/penilaian hasil kegiatan. 

Kegiatan Pokok Pelaksanaan Surveilans :

a. Pengumpulan data Pencatatan insidensi terhadap population at risk. 
Pencatatan insidensi berdasarkan laporan rumah sakit, puskesmas, dan sarana pelayanan kesehatan lain, laporan petugas surveilans di lapangan, laporan masyarakat, dan petugas kesehatan lain; Survei khusus; dan pencatatan jumlah populasi berisiko terhadap penyakit yang sedang diamati. Tehnik pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan. Tujuan pengumpulan data adalah menentukan kelompok high risk; Menentukan jenis dan karakteristik (penyebabnya); Menentukan reservoir; Transmisi; Pencatatan kejadian penyakit; dan KLB. 

b. Pengelolaan data 
Data yang diperoleh biasanya masih dalam bentuk data mentah (row data) yang masih perlu disusun sedemikian rupa sehingga mudah dianalisis. Data yang terkumpul dapat diolah dalam bentuk tabel, bentuk grafik maupun bentuk peta atau bentuk lainnya. Kompilasi data tersebut harus dapat memberikan keterangan yang berarti. 

c. Analisis dan interpretasi data untuk keperluan kegiatan 
Data yang telah disusun dan dikompilasi, selanjutnya dianalisis dan dilakukan interpretasi untuk memberikan arti dan memberikan kejelasan tentang situasi yang ada dalam masyarakat. 

d. Penyebarluasan data dan keterangan termasuk umpan balik 
Setelah analisis dan interpretasi data serta telah memiliki keterangan yang cukup jelas dan sudah disimpulkan dalam suatu kesimpulan, selanjutnya dapat disebarluaskan kepada semua pihak yang berkepentingan, agar informasi ini dapat dimanfaatkan sebagai mana mestinya. 

e. Evaluasi 
Hasil evaluasi terhadap data sistem surveilans selanjutnya dapat digunakan untuk perencanaan, penanggulangan khusus serta program pelaksanaannya, untuk kegiatan tindak lanjut (follow up), untuk melakukan koreksi dan perbaikan-perbaikan program dan pelaksanaan program, serta untuk kepentingan evaluasi maupun penilaian hasil kegiatan.

Tujuan Surveilans Epidemiologi

Tujuan surveilans epidemiologi adalah :
  1. Memantau kecenderungan penyakit 
  2. Deteksi dan prediksi terjadinya KLB 
  3. Memantau kemajuan suatu program pemberantasan 
  4. Menyediakan informasi untuk perencanaan pembangunan pelayanan kesehatan 
  5. Pembuatan policy dan kebijakan pemberantasan penyakit

Defenisi Surveilans Epidemiologi

Defenisi Surveilans epidemiologi adalah pengumpulan dan pengamatan secara sistematik berkesinambungan, analisa dan interprestasi data kesehatan dalam proses menjelaskan dan memonitoring kesehatan dengan kata lain surveilans epidemiologi merupakan kegiatan pengamatan secara teratur dan terus menerus terhadap semua aspek kejadian penyakit dan kematian akibat penyakit tertentu, baik keadaan maupun penyebarannya dalam suatu masyarakat tertentu untuk kepentingan pencegahan dan penanggulangan. (Noor,1997). 

Istilah surveilans digunakan untuk dua hal yang agak berbeda. 

Pertama, surveilans dapat diartikan sebagai pengawasan secara terus-menerus terhadap faktor penyebab kejadian dan sebaran penyakit, dan yang berkaitan dengan keadaan sehat atau sakit. Surveilans ini meliputi pengumpulan, analisis, penafsiran, dan penyebaran data yang terkait, dan dianggap sangat berguna untuk penanggulangan dan pencegahan secara efektif. Definisi yang demikian luas itu mirip dengan surveilans pada sistem informasi kesehatan rutin, dan karena itu keduanya dapat dianggap berperan bersama-sama. 

Kedua yaitu menyangkut sistem pelaporan khusus yang diadakan untuk menanggulangi masalah kesehatan utama atau penyakit, misalnya penyebaran penyakit menahun suatu bencana alam. Sistem surveilans ini sering dikelola dalam jangka waktu yang terbatas dan terintegrasi secara erat dengan pengelolaan program intervensi kesehatan. Bila informasi tentang insidens sangat dibutuhkan dengan segera, sedangkan sistem informasi rutin tidak dapat diandalkan maka sistem ini dapat digunakan. (Vaughan, 1993). 

Surveilans epidemiologi adalah pengamatan yang terus menerus atas distribusi, dan kecenderungan suatu penyakit melalui pengumpulan data yang sistematis agar dapat ditentukan penanggulangannya yang secepat-cepatnya (Gunawan, 2000). 

Menurut WHO, surveilans adalah proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara terus menerus serta penyebaran informasi pada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan.