Friday, October 30, 2015

Kewaspadaan Terhadap Penyakit Perjalanan/ Traveller

Penyakit menular dapat timbul oleh karena adanya penularan dari orang yang sakit ke orang yang sehat melalui berbagai macam cara. Salah satu cara penularannya adalah terbawanya penyakit dari suatu daerah kedaerah lainnya melalui orang yang bepergian (Traveller). Penyakit traveler atau penyakit akibat perjalanan seperti penyakit Thypoid, Penyakit Malaria, penyakit MersCov, penyakit Ebola dan lain-lain adalah penyakit yang perlu diwaspadai, ini disebabkan tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit tersebut.

Dua penyakit yang menjadi perhatian dunia terutama WHO adalah penyakit MersCov dan penyakit Ebola. Kemungkinan untuk penyakit ini masuk dan berkembangbiak kewilayah Negara Indonesia  sangatlah besar, kondisi ini diakibatkan oleh banyaknya penduduk yang bepergian baik nasional maupun internasional. Minat penduduk melakukan perjalanan Haji dan Umroh sangat besar, hal ini membawa dampak mudahnya penyakit-penyakit masuk dan berkembang.

Pelayanan dan administrasi calon Jemaah haji sudah sangat baik dilakukan oleh pemerintah, namun pelayanan untuk Jemaah umroh belum dikelola dengan maksimal. Antisipasi terhadap kemungkinan munculnya penyakit traveler, Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), mengkompilasi data calon jemaah Umroh yang mendapat vaksinasi meningitis di KKP. Selanjutnya data Jemaah Umroh dan rencana keberangkatannya, beserta alamat domisili diemailkan kepada teman teman pengelola Surveilans di Kabupaten Kota untuk ditindaklanjuti dalam rangka antisipasi terhadap munculnya penyakit traveller. Sumber data berasal dari kompilasi data vaksinasi meningitis dari KKP.

Monday, October 5, 2015

Rencana Kontinjensi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan daerah lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa resiko terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat berbeda-beda pula. Kedaruratan kesehatan masyarakat tentunya memerlukan upaya khusus untuk penanggulangannya. Salah satu kendala yang sering dijumpai dalam upaya penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat adalah kurangnya kesiapan sumber daya manusia dan komitmen kerjasama lintas program dan sektor terkait. Agar penyelenggaraan penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat di suatu wilayah dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan serta sasaran yang diharapkan, maka disusunlah rencana kontinjensi yang mengatur penyelenggaraan kegiatan dimaksud yang meliputi perencanaan, persiapan dan ketentuan pelaksanaan serta evaluasi. Adapun susunan rencana kontinjensi secara umum adalah sebagai berikut.