Posts

Showing posts from November, 2011

Epidemiologi HIV AIDS

Image
Acquired Immunodeficiency Syndrome (Infeksi HIV, AIDS)
Identifikasi AIDS adalah sindroma penyakit yang pertama kali dikenal pada tahun 1981. Sindroma ini menggambarkan tahap klinis akhir dari infeksi HIV. Beberapa minggu hingga beberapa bulan sesudah terinfeksi, sebagian orang akan mengalami penyakit “self-limited mononucleosis-like” akut yang akan berlangsung selama 1 atau 2 minggu. Orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan tanda atau simptom selama beberapa bulan atau tahun sebelum manifestasi klinis lain muncul. Berat ringannya infeksi ”opportunistic” atau munculnya kanker setelah terinfeksi HIV, secara umum terkait langsung dengan derajat kerusakan sistem kekebalan yang diakibatkannya. Definisi AIDS yang dikembangkan oleh CDC Atlanta tahun 1982 memasukkan lebih dari selusin infeksi “opportunistics” dan beberapa jenis kanker sebagai indikator spesifik akibat dari menurunnya kekebalan tubuh.

Di tahun 1987, definisi ini diperbaharui dan diperluas dengan memasukkan penyakit - pen…

Mengenal Kwashiorkor

Istilah kwashiorkor berasal dari bahasa salah satu suku di Afrika yang berarti "kekurangan kasih sayang ibu". Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang normal atau tinggi. Dibedakan dengan Marasmus yang disebabkan oleh intake dengan kualitas yang normal namun kurang dalam jumlah.Jika marasmus umumnya terjadi pada bayi dibawah 12 bulan, kwashiorkor bisanya terjadi pada anak usia 1-3 tahun. Pertumbuhannya terhambat, jaringan otot lunak dan kendor. Namun jaringan lemak dibawah kulit masih ada dibanding bayi marasmus.  Beberapa tanda khusus dari kwashiorkor adalah: Selalu ada oedema (bengkak), terutama pada kaki dan tungkai bawah. Sifatnya “pitting oedema”. Bayi tampak gemuk, muka membulat (moon face), karena oedema. Cairan oedema sekitar 5-20% dari jumlah berat badan yang diperhitungkan dari penurunan berat badan ketika tidak oedema lagi (pada masa penyembuhan).Rambut berubah m…

Epidemiologi Penanggulangan Marasmus

Image
Marasmus merupakan keadaan dimana seorang anak mengalami defisiensi energi dan protein. Umumnya kondisi ini dialami masyarakat yang menderita kelaparan. Gizi buruk tipe marasmus adalah suatu keadaan dimana pemberian makanan tidak cukup atau higiene jelek disebabkan oleh defisiensi karbohidrat. Marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk paling sering ditemui pada balita penyebabnya antara lain karena masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan.

Marasmus sering dijumpai pada anak berusia 0 - 2 tahun dengan gambaran sbb: kurangnya (bahkan tidak ada) jaringan lemak di bawah kulit,sehingga seperti bayi yang memakai pakaian yang terlalu besar ukurannya, berat badan kurang dari 60% berat badan sesuai dengan usianya, suhu tubuh bisa rendah karena lapisan penahan panas hilang, dinding perut hipotonus dan kulitnya melonggar hingga hanya tampak bagai tulang terbungkus kulit, tulang rusuk tam…

Surveilans AFP

Image
Acute Flaccyd Paralysis (AFP) merupakan gejala awal dari penyakit Polio. Surveilans kasus lumpuh layuh akut (AFP) merupakan salah satu strategi dari eradikasi polio, yaitu melakukan pengamatan terus-menerus secara sistematis terhadap setiap kasus AFP. Tujuannya, untuk mendeteksi kemungkinan keberadaan virus polio liar di suatu wilayah, sehingga dapat dilakukan mopping up atau upaya khusus untuk memutus transmisi virus polio liar agar tidak menyebar ke wilayah yang lebih luas.
Konsep Surveilans AFP


Tujuan Surveilans AFP 1. Mengidentifikasi daerah berisiko transmisi virus-polio liar. 2. Memantau perkembangan program eradikasi polio. 3. Membuktikan Indonesia bebas polio.
Strategi Surveilans AFP Menemukan kasus AFP minimal 2/100.000 penduduk < 15 tahun Upaya penemuan : di Rumah Sakit di Puskesmas dan Masyarakat Pemeriksaan Klinis dan Laboratorium Keterlibatan ahli Pemeriksaan Ulang 60 hari Zero Reporting Kegiatan Surveilans AFP 
Penemuan kasus Pelacakan Kasus Pengumpulan Spesimen Hot Case Surv…

Perbedaan Hepatitis A, B, dan C

Hepatitis virus memang merupakan penyakit hati yang banyak ditemukan di dunia, lebih banyak di Indonesia dibandingkan dengan angka kejadian di Amerika atau Eropa. Sesuai dengan namanya, penyebabnya adalah virus yang menyerang hati. Ada lima jenis virus hepatitis yaitu virus hepatitis A (HAV), virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis C (HCV), virus hepatitis D (HDV), dan virus hepatitis E (HEV). Yang banyak ditemukan di Indonesia adalah virus hepatitis A, virus hepatitis B, dan virus hepatitis C.
Virus hepatitis A berbeda dengan virus hepatitis B dan C. Cara penularan virus hepatitis A adalah melalui saluran cerna. Artinya penyebarannya dapat melalui makanan atau minuman/air yang terkontaminasi virus. Sementara cara penularan virus hepatitis B melalui transfusi darah dan hubungan seksual. Sedangkan virus hepatitis C terutama ditularkan melalui jarum suntik pengguna narkotika dan transfusi darah. Dari penelitian tidak terbukti adanya penularan dari ibu ke janin pada infeksi HAV, namun pa…

Epidemiologi Hepatitis A

Identifikasi
Gejala hepatitis A pada orang dewasa di wilayah nonendemis biasanya ditandai dengan demam, malaise, anoreksia, nausea dan gangguan abdominal, diikuti dengan munculnya ikterus dalam beberapa hari. Gejala awalnya untuk mencegah KLB adalah sindrom Jaundice Akut. Di sebagain besar negara bekembang, infeksi virus hepatitis A terjadi pada masa kanak-kanak umumnya asimtomatis atau dengan gejala sakit ringan. Infeksi yang terjadi pada usia selanjutnya hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium terhadap fungsi hati. 
Penyakit ini mempunyai gejala klinis dengan spektrum yang bervariasi mulai dari ringan yang sembuh dalam 1-2 minggu sampai dengan penyakit dengan gejala yang berat yang berlangsung sampai beberapa bulan. Lebih jauh, perjalanan penyakit yang berkepanjangan dan kambuh kembali dapat terjadi dan penyakit berlangsung lebih dari 1 tahun ditemukan pada 15% kasus; tidak ada infeksi kronis pada hepatitis A. 
Konvalesens sering berlangsung lebih lama. Pada umumnya, peny…

Metode Survei Cepat (Rapid Survey Method)

Metode Survei Cepat (Rapid Survey Method) saat ini memainkan peran yang sangat besar pada Ilmu Kesehatan Masyarakat, khususnya Epidemiologi.

Penelitian survei merupakan upaya pengumpulan informasi dari sebagian populasi yang dianggap dapat mewakili populasi tertentu. Metode ini bertitik tolak pada konsep, hipotesis, dan teori yang sudah mapan sehingga tidak akan memunculkan teori yang baru. Penelitian survei memiliki sifat verifikasi atau pengecekan terhadap teori yang sudah ada (Mantra, 2001). Dalam perjalanannya, survei biasa digunakan untuk mengevaluasi berbagai program kesehatan (Depkes, 1998) maupun menginvestigasi berbagai status kesehatan dan penyakit yang aktual di masyarakat (Frerichs & Shaheen, 2001).
Penelitian survei merupakan perangkat penelitian yang murah dan cepat sehingga informasi yang dibutuhkan dapat dihasilkan secara akurat dan tepat waktu. Bentuk kuesionernya pun sederhana dan relatif mudah sehingga tidak memerlukan pelatihan secara khusus (Stone, 1993). Sela…

Tokoh-tokoh Epidemiologi

Beberapa Tokoh Penting Ilmu Epidemiologi antara lain:
1. John Graunt, 1662 Menganalisa laporan mingguan kelahiran dan kematian di London, dalam bukunya “The Nature and Political Observations Made Upon the Bills of Mortality”. Inilah untuk pertama kalinya pola penyakit penduduk diukur. Ia mencatat besarnya perbedaan kelahiran dan kematian antara laki-laki dan perempuan, besarnya kematian bayi menurut musim, menekankan pentingnya pengumpulan data penyakit secara rutin, yang menjadi dasar bentuk epidemiologi modern. Ia juga sebagai pencipta dua prosedur dasar biostatistik, yaitu estimasi populasi dan konstruksi tabel kehidupan. John Graunt merupakan orang yang pertama melakukan kuantifikasi atas kejadian kematian dan kesakitan.
2. Antonio van Leeuwenhoek (1632-1723) Leeuwenhoek adalah seorang warga negara Belanda, dilahirkan di Delft, 24 Oktober 1632 dan meninggal pada tanggal 24 Agustus 1723. Dia seorang ilmuwan amatir yang menemukan mikroskop, penemu bakteri dan parasit (1674), penemu spe…

Latar Belakang Perkembangan Epidemiologi

Epidemiologi sebagai suatu ilmu berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan itu dilaterbelakangi oleh beberapa hal :
Tantangan zaman dimana terjadi perubahan masalah dan perubahan pola penyakit. Sewaktu zaman John Snow, epidemiologi mengarahkan dirinya untuk masalah penyakit infeksi dan wabah. Dewasa ini telah terjadi perubahan pola penyakit ke arah penyakit tidak menular, dan epidemiologi tidak hanya dihadapkan dengan masalah penyakit semata tetapi hal-hal baik yang berkaitan langsung ataupun tidak langsung dengan penyakit, serta masalah kesehatan secara umum.Perkembangan ilmu pengetahuan lainnya. Pengetahuan kedokteran klinik berkembang begitu pesat disamping perkembangan ilmu-ilmu lainnya seperti biostatistik, administrasi dan ilmu perilaku. Perkembangan ilmu-ilmu ini juga membuat ilmu epidemiologi semakin berkembang.Dengan demikian, terjadilah perubahan dan perkembangan dasar berpikir para ahli kesehatan masyarakat, khususnya epidemiologi dari masa ke masa sesuai dengan kondisi za…

Manfaat Epidemiologi

Manfaat Epidemiologi antara lain:

Membantu pekerjaan Administrasi KesehatanDapat menerangkan penyebab masalah kesehatanDapat menerangkan perkembangan alamiah penyakitDapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatanEpidemi (singkat dan tinggi)Pandemi ( peningkatan yang sangat tinggi dan telah amat luas)Endemi ( frekuansi tetap dalam waktu yang lama)Sporadik (berubah-ubah menurut perubahan waktu)

Tujuan Epidemiologi

Tujuan Epidemiologi antara lain :
Menggambarkan status kesehatan populasiMenentukan “sebab” masalah kesehatanMenentukan riwayat alamiah suatu penyakitMengevaluasi suatu tindakan intervensi kesehatan Meramalkan terjadinya masalah kesehatan di populasiMenggambarkan upaya tindakan pencegahan dan pengobatan yang dilakukan Penelitian sejarahDiagnosis komunitasKinerja pelayanan kesehatanRisiko individu dan peluangMelengkapi gambaran klinik dan pola penyebaran penyakitIdentifikasi sindromMencari penyebabMengevaluasi gejala dan tanda-tandaAnalisa keputusan klinis

Sejarah Perkembangan Epidemiologi

Sesuai dengan sejarah kelahirannya, epidemiologi memberikan perhatian terhadap penyakit yang menimpa penduduk. Penyakit yang banyak menimpa penduduk pada saat itu hingga akhir abad 19 adalah penyakit wabah atau epidemi (penyakit yang mengenai penduduk secara luas). Epidemiologi memberikan perhatian tentang epidemi yang banyak menelan korban kematian.
Pada awal perkembangannya, epidemiologi mempunyai pengertian sempit. Epidemiologi dianggap sebagai ilmu tentang epidemi. Pada perkembangan selanjutnya hingga dewasa ini Epidemiologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang distribusi (penyebaran) dan determinan (faktor-faktor penentu) masalah kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pembuatan perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan. Dengan demikian, epidemiolgi tidak hanya mempelajari penyakit epidemi saja, tetapi menyangkut masalah kesehatan secara keseluruhan.
Sebagai ilmu yang berkembang, epidemiologi mengalami perkembangan pengertian dan karena itu pula …

Defenisi atau Pengertian Epidemiologi

Epidemiologi merupakan salah satu bagian dari pengetahuan Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health) yang menekankan perhatiannya terhadap keberadaan penyakit dan masalah kesehatan lainnya dalam masyarakat. Keberadaan penyakit masyarakat itu didekati oleh epidemiologi secara kuantitatif. Karena itu, epidemiologi akan mewujudkan dirinya sebagai suatu metode pendekatan banyak memberikan perlakuan kuantitatif dalam menjelaskan masalah kesehatan.
Epidemiologi berasal dari kata Epi, demos, dan Logos. Epi = atas, demos = masyarakat, logos = ilmu, sehingga epidemiologi dapat diartikan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi, frekuensi, dan determinan penyakit pada populasi. Distribusi : Orang, tempat, waktuFrekuensi, ukuran frekuensi : Insiden dan atau prevalenDeterminan faktor risiko : faktor yang mempengaruhi atau faktor yang memberi risiko atas terjadinya penyakit atau masalah kesehatan
Epidemiologi mengukur suatu kejadian dan dist…

Hasil Pertemuan Epidemiologi : TEPHINET ke-6 Bali Indonesia 2011

Image
Pertemuan Konferensi Ilmiah Biregional TEPHINET ke-6, di Bali telah selesai. Sedikitnya 550 peserta hadir pada pertemuan ini, yaitu 350 peserta lokal dan 200 peserta internasional. Peserta berasal dari Indonesia, Afghanistan, Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Bhutan, Canada, China, Filipina, Haiti, Hongkong, India, Inggris, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Lao PDR, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Singapura, Spanyol, Sri Lanka, Syria, Taiwan, Thailand, Timor Leste, Uganda, dan Vietnam. Pada acara ini dipaparkan 120 presentasi oral dan 60 presentasi poster.
Konferensi TEPHINET tahun ini mengangkat tema Global Surveillance Networking for Global Health, berlangsung pada tanggal 8-11 November 2011. Organisasi internasional yang turut membantu konferensi ini adalah WHO, European Union, TEPHINET, SAFETYNET, UNICEF, US CDC, RESPOND, CAREID, REDI, Tuft University, dan lainnya.

Mengenal Surveilans Sindromik

Image
Sudah pernah dengar atau tahu tentang surveilans sindromik? Sudahkah anda mengenal Surveilans Sindromik?

Surveilans sindromik bukan merupakan surveilans penyakit menular berdasarkan diagnosa dokter, melainkan memonitor gejala penyakit (demam, diare, muntah, dsb.). Surveilans sindromik mendeteksi dini kondisi pada penderita gejala penyakit. Surveilans sindromik berguna untuk pengobatan sehari-hari dan terutama penting bagi penyakit menular yang belum dikenal atau langka.
Apa itu Surveilans Sindromik? Surveilans sindromik Merupakan awal dari “Penanganan dini”, dengan kata lain Surveilans sindromik adalah awal dari Sistem Deteksi Dini Penyakit Menular. Dalam sistem surveilans perlu dikembangkan “Analisis statistik sistem deteksi wabah penyakit menular” dan perangkat untuk “Sistem pengumpulan informasi”.
Deteksi dini penyakit perlu Untuk menghambat meluasnya gangguan kesehatanMenghambat kasus penyakit yang parah dan kasus kematian.Mencegah lumpuhnya institusi medis (sumber daya medis) dengan …

Respons Kesehatan Masyarakat dalam IHR 2005

Pasal 13 Respons Kesehatan Masyarakat

1. Setiap Negara Peserta harus mengembangkan, memperkuat, dan memelihara, sesegera mungkin tetapi tidak lebih dari lima tahun dari mulai berlakunya Peraturan ini bagi Negara Peserta, kapasitas untuk merespon secara cepat dan efektif terhadap risiko kesehatan masyarakat dan PHEIC seperti dinyatakan pada Lampiran 1. WHO harus menerbitkan, setelah berkonsultasi dengan Negara Anggota, pedoman untuk mendukung Negara Peserta dalam mengembangkan kapasitas respons kesehatan masyarakat.

2. Sebagai kelanjutan penilaian yang mengacu pada ayat 2, Bagian A dari Lampiran 1, Negara Peserta dapat melaporkan kepada WHO berdasarkan kebutuhan yang rasional disertai dengan rencana pelaksanaan, untuk memperoleh perpanjangan sampai dua tahun untuk memenuhi kewajiban pada ayat 1 Pasal ini. Dalam keadaan tertentu dan didukung oleh rencana pelaksanaan Peraturan yang baru, Negara Peserta dapat meminta perpanjangan berikutnya, yang tidak melebihi dua tahun dari Direkt…

Persyaratan Kapasitas Inti Bagi Surveilans dan Respons (Lampiran IHR 2005)

PERSYARATAN KAPASITAS INTI BAGI SURVEILANS DAN RESPONS

1. Negara Peserta harus menggunakan struktur nasional dan sumberdaya yang ada untuk memenuhi persyaratan kapasitas intinya sesuai dengan Peraturan ini, termasuk yang terkait dengan:
(a) kegiatan surveilans, pelaporan, pemberitahuan, verifikasi, respons dan kerjasama; dan
(b) semua aktivitas yang berhubungan dengan penetapan bandara, pelabuhan laut dan perlintasan darat.

2. Setiap Negara Peserta harus menilai, dalam jangka waktu dua tahun sejak berlakunya Peraturan ini bagi Negara Peserta tersebut, kemampuan struktur nasional dan sumberdaya yang ada untuk memenuhi persyaratan minimal yang dijelaskan pada Lampiran- ini. Sebagai hasil dari penilaian tersebut, Negara Peserta harus mengembangkan dan melaksanakan rencana aksi untuk memastikan bahwa kapasitas inti telah ada dan berfungsi diseluruh wilayah mereka, sesuai ayat 1 Pasal 5 dan ayat Pasal 13.

3. Negara Peserta dan WHO harus mendukung penilaian, rencana dan pelaksanaan…

Informasi dan Respons Kesehatan Masyarakat dalam IHR 2005

INFORMASI DAN RESPONS KESEHATAN MASYARAKAT IHR 2005

Pasal 5 Surveilans

1. Setiap Negara Peserta harus mengembangkan, memperkuat, dan memelihara kemampuan untuk mendeteksi, menilai, memberitahukan dan melaporkan kejadian sesuai dengan Peraturan ini, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran 1, secepat mungkin tetapi tidak lebih dari lima tahun sejak berlakunya Peraturan ini bagi Negara Peserta yang bersangkutan

2. Menindaklanjuti penilaian yang mengacu pada paragraf 2, Bagian A dari Lampiran 1, Negara Peserta dapat melaporkan kepada WHO berdasarkan kebutuhan yang sesungguhnya dan adanya suatu rencana pelaksanaan, sehingga memperoleh perpanjangan waktu dua tahun untuk memenuhi kewajibannya menurut paragraf 1 Pasal ini. Dalam keadaan yang luar biasa dan didukung oleh suatu rencana pelaksanaan baru, Negara Peserta dapat meminta lagi perpanjangan waktu paling lama dua tahun dari Direktur Jenderal WHO, yang akan memutuskan dengan mempertimbangkan saran teknis dari komite yang dibentuk …

Tujuan, Ruang Lingkup, Prinsip, dan Badan yang Berwenang dalam IHR 2005

Tujuan, Ruang Lingkup, Prinsip, dan Badan yang Berwenang dalam IHR 2005

Tujuan dan Ruang Lingkup

Tujuan dan ruang lingkup dari Peraturan ini adalah untuk mencegah, melindungi, mengendalikan dan menyediakan respon kesehatan masyarakat terhadap penyebaran penyakit secara internasional dengan cara yang sesuai dan terbatas pada risiko kesehatan masyarakat, dan dengan menghindari gangguan yang tidak perlu terhadap lalu-lintas dan perdagangan internasional;

Prinsip

1. Pelaksanaan Peraturan ini harus menghormati sepenuhnya martabat, hak asasi, dan kebebasan hakiki manusia.
2. Pelaksanaan Peraturan ini harus berpedoman pada Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Konstitusi WHO.
3. Pelaksanaan Peraturan ini harus berpedoman pada tujuan dari penerapannya secara universal untuk melindungi seluruh umat manusia di dunia dari penyebaran penyakit secara internasional.
4. Negara, menurut Piagam PBB dan prinsip hukum internasional, memiliki kedaulatan untuk membuat dan melaksanakan undang-undang se…

Ketentuan Umum International Health Regulations (IHR) 2005

INTERNATIONAL HEALTH REGULATIONS (2005)
PERATURAN KESEHATAN INTERNASIONAL (2005)/

Ketentuan Umum

Dalam Peraturan Kesehatan International, yang dimaksud dengan:

Terjangkit adalah orang, bagasi, kargo, petikemas, alat angkut, barang, paket pos, jenazah dan atau bagian tubuh manusia yang membawa sumber infeksi atau kontaminasi, sehingga merupakan risiko bagi kesehatan masyarakat;

Daerah terjangkit adalah lokasi tertentu yang telah direkomendasikan oleh WHO untuk dilaksanakan berbagai tindakan sesuai dengan Peraturan ini;

Pesawat terbang adalah pesawat terbang yang melakukan penerbangan internasional;

Bandar udara adalah setiap bandara tempat kedatangan dan keberangkatan penerbangan internasional ;

Kedatangan alat angkut adalah:
a. untuk kapal laut, adalah saat merapat atau membuang sauh di lokasi yg telah ditentukan di pelabuhan;
b. untuk pesawat terbang, saat mendarat di suatu bandar udara;
c. untuk kapal sungai dan danau, yang melakukan perjalanan internasional, saat tiba di pin…